Cerpen : Perang Senja Hari

/ Saturday, March 5, 2016 /
PERANG SENJA HARI


     Insani menantang laut luas di depannya.Tak sedikitpun dia merasa takut.Jika dia jatuh.Mungkin memang kedalaman air ta kan cukup untuk membunuhnya tapi itu andai dia bias bernang.sayangnya dia memang ta bias berenang.jadi kapanpun dia jatuh maka saat itu harapannya untuk hidup akan usai.Ombak besar itu akan menelannya hidup hidup dan ta kan membiarkannya membuka mata lagi.maka lembar hidupnya akan di tutup sampai di situ.Maka akan ada cerita luar biasa mengiringi perjalanan jasadnya menuju tanah kuburan.

      Sejenak dia menelan ludah yang terasa seperti perasan brotowali.Rongga dadanya berasa semakin menyempit.Udara di sekeliilingnya seperti berlari menjauh,semakin susah untuk di
hirup
“why do everything turn like this…..??????!!!!!! It’s not fair”
Sekuat tenaga di teriakan kalimat itu.Dia benar benar berharap semua akan mengurangi beban berat yang sedang menindihnya.

      EVIL tersenyum di sampingnya.Dia terlihat santai melihat Insani yang sedang bimbang.Ta sedikitpun simpati terlihat di wajahnya.Berbeda dengan Angel yang terlihat cemas dan ber usaha menenangkan Insani.
“Sabarlah ,San….”kata Angel lirih tapi meyakinkan
“Sabar sampai kapan ,Ngel….!!l”Insani membalas kata kata Angel dengan bentakan keras
“Kamu ga boleh gitu.Kamu harus percaya,everything will be ok.”Angel mencoba meyakinkan lagi
“Kamu ga pernah mersakan apa yang aku rasakan.Kamu ga akan tahu gimana rasanya semua ini.It’s not fair…!!!!!”kembali insani berteriak.

        Angel berdiri memeluk Insani.Berharap bisa lebih menenangkannya.Tapi malah Insani mendorongnya sampai hamper terjatuh ke laut.
“Don’t touch me.Leave me alone.Get lost….now!”bentak insani lebih keras.
“Did u heard that…?GET LOST…NOW” Evil tersenyum melihat semuanya.Dia masih tenang dan hanya tersenyum melihat semuanya.
“Shut up ,Ev…!Apa ga bias kamu sedikit saja bersimpati pada…..”belum lagi Angel selesai bicara,Evil sudah memotongnya
“Simpati….??? harus bagaimana lagi caranya bersimpati.Sani benar.Dunia ini memang sudah tidak adil padanya.So what…???”
Angel sedikit geram mendengar kata –kata Evil.Tapi sebisa mungkin di tahannya semua persaan geram itu.Ia tahu benar bagaimana Evil.Percuma berdebat dengannya.
Insani bersimpuh di tempatnya.Tangisnya pecah perlahan.Semakin lama semakin keras .Jiwanya semakin berontak.Ia merasa sangat lelah dengan hidupnya.Yang ada dalam pikirannya saat ini hanya ia ingin semua sakit di hatinya segera berakhir.Berakhir pasti.Tanpa sisa sedikitpun .Yang ter lintas dalam pikirannya hanya satu.jika hidupnya berakhir maka semua juga akan berakhir.
Evil tersenyum melihat Insani yang kian terpuruk.Dia merasa menang.Dia memang telah lama menantikan waktu seperti ini.Insani memang terlalu polos/mungkin sebenarnya bodoh.Bahkan ia ta tahu siapa yg sebenaarnya teman&siapa yg lawan.

        Lain dengan Angel.Dia benar benar sedih dengan apa yg menimpa Insani.Tapi bagi Insani semua simpati Angel yang tulus itu tidak berarti.Angel merasa parih dengan sikap Insani.tapi perasaan tulus di hatinya mengalahkan perih itu.Membuatnya tetap ingin di samping sahabatnya itu walau keberdaannya seperti tidak di kehendaki sekarang.
“Sebaiknya kita pulang,San.kita Sholat&berdoa..kita pasrahkan saja semua ini pada ALLOH saja.Pasti Alloh punya penyelesaian untuk semuanya ini.”Ajak Angel
“Sholat……………..berdoa……….What for?”Evil mendahului Insani menanggapi kata-kata Angel
“Shut up ,Ev.!!!!”bentak Angel pada Evil.
“Both of you …. Shut up.It’s my turn to speak.”
Raut muka Insani berubah aneh.Ada sesuatu yg sangat menakutkan di sorot matanya.Ia seperti berubah menjadi diri yang lain.Dengan lebih berani di tantangnya laut yang semakin mengganas.

        Anggel mulai panik.Dia merasa Insani akan berbuat nekad.Melakukan perbuatan bodoh,terbodoh untuk orang yang putus asa.
“please jangan lakukan ,San.I beg on you.Dont be silly.”bisik Angel dalam hati.Berharap sekali lagi sahabatnya akan dengar.
“Good bye….every one…”

        Tubuh kecil Insani akhirnya melayang.Mulut besar lautan siap menerkam.Dan pada akhirnya benar banar menerkamnya.Melumatnya sekali gigitan saja.Angel menjerit tanpa tahu apa yang harus di lakukan.Sedang Evil tertawa puas.Benar banar puas.
“why life treat me like this.Dimana kebahagiaan itu.Dimana???Apa aku harus mencarinya sampai dasar lautan.Dimana cinta itu??Di mana kedamaian itu.Apa aku tidak pantas untuk semua itu??”

       Insani terus meluapkan kekesalan hatinya di dalam mulut ombak.sebelum satu suara yang sangat di kenalnya terdengar lembut menyusup di lobang telinganya
“KENAPA KAMU HARUS MENYERAH.APA SUDAH TA ADA LAGI KEPERCAYAANMU PADAKU.AKU JANJI AKAN MEMBUATMU BAHAGIA.TAPI MAUKAH ENGKAU LEBIH SABAR MUNUNGGU WAKTU ITU.LUPAKAH ENGKAU PADA KESETIAANKU.BUKANKAH AKU SUDAH MENCINTAIMU DENGAN SEMPURNA.BAHKAN SAAT ENGKAU MENGKHIANATIKU.AKU MASIH SETIA MENCINTAIMU.MENERIMAMU LAGI DI SISIKU.MENERIMAMU APA ADANYA KAMU.LUPAKAH KAMU AKAN HAL BAIK YANG TELAH KU LAKUKAN PADAMU.YANG TELAH KU BERIKAN PADAMU.
KENAPA HARUS INI YANG KAU PILIH.ATAU KAMU INGIN MELIHATKU MARAH PADAMU.DAN TAK KAN PERNAH MEMAAFKANMU.JANGAN BERTANYA APA YANG AKAN AKU LAKUKAN JIKA ITU TERJADI.ENGKAU PASTI TAHU.
SADARLAH SAYANG…..AKHIRI SEMUA KEBODOHAN INI.KEMBALILAH KE HIDUPMU.AKU JANJI AKAN TETAP MENERIMAMU & MEMAAFKANMU ATAS KEJADIAN INI.

        Insani membuka mata.Di sekitarnya banyak orang mengerubutinya.Evil tidak ada.Angelpun tak terlihat.Hanya orang orang yang memandanginya sambil berbisik bisik sendiri.Ia menarik nafasnya dalam dalam.Terdengar satu suara yang lembut penuh kasih.
“kamu telah memenangkan pertempuran sore ini.Now ……. keep a live.”

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 Jopan Sandjaya Blog, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger