Opo makna lagu "Oemar Bakri"

/ Monday, March 14, 2016 /
 Siapa yang tak kenal Iwan Fals, adalah sosok musisi serta seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Dengan lagunya yang selalu menyindir Pemerintah ini, iwan fals sering dilaporkan.. tapi apa daya, tanpa digitukan.. pemerintah tidak pernah bisa membuka mata dan melihat masyarakat kebawah.


Iwan Fals pernah menciptakan Lagu yang berjudul ''Oemar Bakri" dengan ini saya akan menguak apa makna dari lagu dengan lirik berikut ini :

Tas hitam dari kulit buaya
Selamat pagi berkata bapak Umar Bakri
Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali

Tas hitam dari kulit buaya
Mari kita pergi memberi pelajaran ilmu pasti
Itu murid bengalmu mungkin sudah menunggu

Laju sepeda kumbang dijalan berlubang
Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang
Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang
Banyak polisi bawa senjata berwajah garang

Bapak Umar Bakri kaget apa gerangan?
“Berkelahi pak!” jawab murid seperti jagoan
Bapak Umar Bakri takut bukan kepalang
Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut (Bakri kentut)
cepat pulang

Busyet... standing dan terbang

Umar Bakri Umar Bakri
Pegawai negeri
Umar Bakri Umar Bakri
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati

Umar Bakri Umar Bakri
Banyak ciptakan menteri
Umar Bakri
Profesor dokter insinyurpun jadi
(Bikin otak orang seperti otak Habibie)
Tapi mengapa gaji guru Umar Bakri
Seperti dikebiri

Bakri Bakri
Kasihan amat loe jadi orang Gawat

 

  •   Siapa Sosok Guru Oemar Bakri dalam lagu tersebut?

  

Beliau adalah seorang pegawai negeri (biso diarani guru yoo kang) yang loyalitasnya tanpa batas. Seorang guru yang sudah mengajar hingga 40 tahun lamanya. Pembawaannya sederhana dan jauh dari kemewahan. Setiap berangkat mengajar Oemar Bakri menaiki sepeda kumbang dengan mententeng tas kulit berwarna hitam. Jasa Oemar Bakri tak terhingga besarnya. Karenanya Oemar Bakri mampu menciptakan profesor, doktor, insinyur, menteri, dan bahkan membuat otak orang-orang menjadi cerdas laiknya Habibie.
Akan tetapi penghargaan atas jasa-jasa besarnya tidak sebarapa. Oemar Bakri masih harus merasakan gaji bulanannya dikebiri. Kendati demikian Oemar Bakri tetap menjadi guru yang jujur dan berbakti pada negeri.

 

*Sepeda Kumbang dengan tas kulit berwarna Hitam

*Tentu tokoh Oemar Bakri hanya tokoh fiktif alias rekaan semata. Oemar Bakri hanya cerminan bahkan mungkin harapan dan bukan manusia nyata pada umumnya. Oemar Bakri adalah representasi para guru-guru di pedalaman, di pulau-pulau terdepan Indonesia yang kesejahterannya masih perlu ditambah lagi.

  •     Kembali ke permasalahan, apa makna lagu "Oemar Bakri"

Lagu ini berlatar seorang guru yang jujur,pandai dan mampu melahirkan tokoh-tokoh di negeri yang makmur, Namun pada kenyataanya , sampai sekarang, penghargaan yang di berikan terhadap para guru di rasa masih sangat kontras dengan apa yang telah di berikan dengan kerja keras mendidik generasi penerus bangsa.Apa lagi hanya seorang guru honorer yang paling uang gajinya hanya cukup buat makan sehari-hari saja.

Namun meurut saya sendiri saat ini kehidupan seorang guru ( pegawai negri) sudah mulai ada perhatian dari pemerintah,buktinya gaji guru hampir setiap tahun naik.Nhahh itu bagi seorang guru yang udah di angkat jadi pegawai negri,namun bagaimana dengan nasib guru-guru yang masih menjadi tenaga honorer, bagaimana nasib mereka ?

kayaknya menurutku msh sangat memprihatinkan,yah mungkin beberapa tahun kedepan nasib para guru honorer akan lebih di perhatikan oleh pemerintah !

Catatan:

+Buat para pembaca yang kebetulan adalah seorang guru honoren aku hanya ingin berpesan teruslah semangat dalam menjalankan tugas untuk mendidik dan mencetak generasi-generasi bangsa yang berkualitas, bisa membagakan Bangsa Tercinta..

 

 

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 Jopan Sandjaya Blog, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger